Unconditional Love
#cinta anti mainstream
Sungguh sebuah anugerah saat seseorang dapat merasakan,
mengerti, dan memahami apa itu cinta. Perasaan paling indah yang
pernah dirasakan oleh semua umat manusia di
dunia ini. Sungguh betapa ajaibnya perasaan itu. Di saat kita bisa menerima rasa sakit dari efek samping perasaan
yang merumitkan ini dengan seulas senyum penuh keikhlasan. Saat kita masih dengan tulus mencintai walaupun
rasa itu ikut urun sebagian besar beban-beban hidup kita. Di saat semua rasa
sakit itu lenyap seketika tertimbun oleh secuil perasaan cinta. Dan hal-hal bodoh yang
sulit diterima nalar saat kita memperjuangkan sebuah cinta. Semua itu dapat terbayarkan dengan perasaan murni
yang entah bagaimana tumbuh amat lebat tanpa aku menyadarinya.
jika aku berpendapat apa itu cinta,
menurutku cinta adalah kemustahilan. Aneh memang, namun tidak ada yang salah dari jawaban tersebut bagi
orang-orang yang mengalami cinta yang aneh ini. Apa kalian tahu, mungkin aku adalah
orang paling menyedihkan sepanjang masa. Di saat semua yang
telah aku lakukan untuk meraih perasaan itu,
dia bahkan tak sudi untuk melihatku walau sedetik. Dia yang
telah memberikan seluruh harapan,
tiba-tiba saja menghancurkannya seperti cangkang rapuh yang terlindas kereta api.
Bahkan jejaknya pun ikut hilang dalam detik itu juga. Tapi anehnya saat semua perlakuannya
yang membuaut hidupku morat-marit, rata cintaku bahkan tak terkikis walau semili. Selalu terjaga
di hatiku yang paling dalam.
Saat aku tahu bahwa dia mustahil untuk ku miliki,
aku tetap berusaha dan melakukan hal yang semestinya orang
lakukan saat berambisi untuk mendapatkan cintanya. Terdengar bodoh memang,
tapi begitulah caraku mencintai. Walau tanpa balasan,
walau tanpa tegur sedikitpun darinya, walaupun aku terlihat menjijikan dan teramat bodoh. Aku tetap akan mencintainya.
Perasaan yang bisa jadi takan terbalas.
Jadi, apakah aku sekarang sedang terpuruk karena perasaan
yang tak terbalasitu? Bahkan sekarang hidupku jauh lebih bahagia, tanpa rasa
penyesalan sedikitpun. Aku bersyukur Tuhan telah melukiskan perasaan itu di
hatiku. Karena perasaan itulah aku bisa menyelesaikan fase terberat dalam hidup dan dapat berdiri hingga setinggi ini.
Karena perasaan itulah
yang tidak membuatku berhenti berjuang. Karena perasaan itulah aku menyadari bahwa Tuhan tidak pernah memberikan sebuah keindahan hidup tanpa melakukan usaha apapun. Cinta itu membuat mataku terbuka lebar dan mengerti bahwa Tuhan menciptakanku untuk merasakan keajaiban-keajaiban setelah
rasa sakit yang bertubi-tubi.
Dan
sejak kapan secuil perasaan itu tumbuh dalam hatiku? Aku pun belum tahu persisnya. Namun saat aku melihat dia,
yang membawa bibit perasaan itu aku langsung terserang virus
cinta itu. Semua menjalar keseluruh tubuh dengan cepatnya, seperti virus cacar yang
diangin-anginkan. Dan pada saat itulah aku menyadari ada perasaan hebat yang
tiba-tiba tumbuh dihati. Lalu perasaan itu dengan lambat merubah semua kehidupanku sampai kedetailnya. Aku tumbuh layaknya seorang pejuang dengan beban-beban
yang ikut membuntuti.
Namun aku tidak pernah merasa keberatan. Karena aku benar-benar yakin bahwa beban-beban itu akan dikalahkan oleh perasaan cinta
yang semakin hari semakin bertambah saja. Kulakukan apa saja agar
bisa mendapatkan cintaku. Aku baru berani bermimpi saaat aku melihat perasaan aneh itu berkembang. Lalu kuputuskan untuk merealisasikan mimpi-mimpi
yang kurajut sendiri. Pada awalnya semua terasa mudah, semua tersa baik-
baik saja dan terbentuklah jalan semu untuk lebih cepat mendapatkan cintaku.
Aku hidup dalam belenggu anggan-anggan
yang sangat menyenangkan. Perasaan itu membawa hal baik, namun lambat laun menutupi semua perjuanganku
yang ternyata sia-sia. Aku terasa terhipnotis oleh perasaan itu. Dan saat tubuhku mulai lelah,
tulang-tulang ini mulai terasa ngilu, sedikit demi sedikit aku menyadari bahwa perasaan
yang besar itu telah menutup celah-celah dalam hatiku untuk merasakan cinta yang lain.
Ternyata, semakin perjuanganku tidak dihargai olehnya,
semakin persaan itu menutupi semua perjuanganku yang
sia-sia itu. Perasaan itu dengan apik memerankan perannya. Menghapuskan semua logika,
memperjelas angan-angan yang semakin hari terlihat semakin pudar saja.
Saat kenyataan mulai terkuak,
logika mulai merasuki hati yang penuh dengan persaan murni ini,
aku baru menyadari ternyata perjuanganku itu sia-sia, dengan rasa lelah yang selalu menyeruak
di
malam hari membuatku semakin tangguh dan menempaku sehingga diri dan hatiku menjadi lebih kokoh. Setelah hujan selalu ada pelangi,
namun pelangi tidak dapat diciptakan begitu saja. Harus ada cahaya, suhu dan kelembapan
yang pas. Harus dengan moment-moment yang tepat yang tidak dapat diciptakan begitu saja.
Jadi saat perasaan itu terbuat dari gumpalan awan,
sekarang dengan ditambahkan beberapa cercah cahaya matahari menghasilkan pelangi yang
menyejukan hati. Dan pada saat ini aku sedang menikmati pelangi yang indah ini. Pelangi
yang tidak akan pernah hilang ditelan oleh awan bahkan oleh gelapnya sebuah malam.
Dia, yang
menciptakan persaan itu adalah sebuah cita-cita. Cita-cita yang
pantas dan memang seharusnya diperjuangkan. Cita-cita yang
selalu megalir dengan darahku dan menyatu dengan tulangku. Walaupun sekarang sudah tertutup semua pintu untuk meraih perasaan itu,
namun dia tidak akan pernah hilang.
Karena semua perasaan cinta itu sudah menyatu dalam tubuhku ini bahkan dengan hatiku yang sudah tidak kokoh lagi.
Sebenarnya aku tidak benar-benar menegakhiri perjuanganku ini. Siapa
orang yang rela menumbangkan rasa cinta yang telah didirikannya bertahun-tahun,
dan tanpa bantuan dari siapapun. Aku hanya sedang berusaha mencintai hal lain.
Menumbuhkan rasa cinta yang lain tanpa mematikan rasa cinta yang
telah ada sebelumnya.
Aku selalu yakin bahwa peersaanku akan terbalaskan suatu saat nanti.
Mungkin tidak pada diriku, namun pada orang yang aku cintai, yang bisa merasakan cinta
yang teramat aneh ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar