Jumat, 21 Desember 2018

Tanpa arah


Jalannya terseok, dengkulnya koyak, telapak kakinya usang terkena debu jalan tanpa sandal. Kulitnya hitam legam, rambutnya malah sedikit kemerahan, bau hangat tersengat sinar matahari menyelimuti sekujur tubuhnya. Entah akan kemana langkah kaki kecil yang gontai itu berjalan. Aku hanya bisa memandangnya. "Duh kasihannya dia" kuucapkan dalam hati. Katanya ketika kita berucap dalam hati, jin bisa mendengarnya. Aku berharap ada seorang jin yang dapat membantunya. Kupandang sekali lagi dengan iba. Dia tetap sama. Tapi tak kulihat ada rasa sedih pada raut wajahnya. Lalu kubiarkan dia pergi. Menyusuri jalan dengan kerikil yang berdebu itu. Kubiarkan dia. Agar sampai pada jalan aspal yang halus. Nanum panasnya dapat menembus. Tak hanya kulitnya yg akan hitam. tulang belulangnyapun akan terbakar.  kulanjutkan langkahku setelah menyusuri aspal yang panjang itu. Bersyukurlah kau kisanak, hanya dengkulmu yang koyak. Aku, hatiku sudah tercabik cabik sampai tak berbentuk lagi.

Jumat, 20 November 2015

bagaimana jika..

bagaimana jika ada seseorang yang dengan ikhlas mendoakanmu disetiap malamnya.
bagaimana jika ada seseorang yang setiap hari memberimu kabar melalui kertas dan pena.
berharap suatu saat kau dapat membacanya.
bagaimana jika ada seseorang yang menahan kerinduan untuk melihat kawan hidupnya.
bagaimana jika ada seseorang yang mencintaimu diam-diam.
seperti diamnya cahaya rembulan yang setia menemani malam.
bagaimana jika ada seseorang yang tak berani melihat sorot matamu tetapi berharap dapat disampingmu.
yang selalu menuatkanmu dan menjadi alasan utama mengapa engkau tersenyum.
bagaimana bisa ada seseorang yang hatinya benar benar lembut.
selembut awan yang terbawa angin di senja hari.
bagaimana bisa ada seseorang yang menjaga kehormatan raga dan hatinya hanya untukmu.

Rabu, 28 Oktober 2015

Vatu Nonju
Provinsi Sulawesi Tengah mempunyai peninggalan kebudayaan yang bernilai tinggi dan banyak tersebar di berbagai wilayah. Kebudayaan tersebut juga masih diterapkan pada masyarakat atau anggota suku-suku terasing yang dianggap sebagai penduduk asli dan masih mendiami pegunungan-pegunungan, bahkan ada diantaranya yang belum mau sama sekali mengadakan kontak dengan masyarakat sekitarnya.
Peninggalan tersebut berupa patung batu (menhir), kalamba, sarkofagus, lumpang batu, dan masih banyak lagi jenis yang lain. Semua peninggalan tersebut tersebar di beberapa titik di Sulawesi Tengah seperti Lembah Bada, Lembah Besoa, Lembah Napu, Bangga, dan Vatunonju.
Pada zaman pra sejarah diduga cara-cara manusia pada saat itu untuk memperoleh makanan pada mulanya dari hasil pemburuan dan pengumpulan buah dan umbi umbian. Hal ini dibuktikan oleh penemuan alat-alat yang ada di Sulawesi Tengah seperti kapak sepatu dari perunggu yang ditemukan di desa Peura pada tahun 1976. Selain itu penduduk Sulawesi tenggah juga mengalami banyak gelombang-gelombang perpindahan.
Rute-rute golombang perpindahan tersebut kebanyakan mengikuti aliran-aliran sungai dan danau. Diduga pada zaman prasejarah mereka belum mengenal penanaman padi, tapi mereka mungkin hanya memakan jenis umbi-umbian dan semacam jelai atau gandum yang disebut Bailo. Dugaan ini berdasarkan pada lesung-lesung yang di tinggalkannya yang disebut Vatu Nonju yang ukurannya kecil-kecil lebih kecil dari lesung-lesung yang dipakai masyarakat yang sudah mengenal padi.
Vatu Nonju ditemukan di desa Tuva di kabupaten Sigi yang terletak kurang lebih 50km disebelah selatan kota Palu. Di desa inilah Vatu Nonju ditemukan terpendam dalam tanah selama ratusan tahun. Vatu Nonju ini ditemukan olah peneliti Belanda bernama Dr. Kryut pada tahun 1898.  Peninggalan tersebut ditemukan sebanyak enam buah. Lumpang batu ini terbuat dari batu Mollase yang permukaannya halus dan rata. Yaitu jenis batuan bewarna keputih putihan dan mengandung partikel partikel Kristal putih yang sangat padat. Jenis batuan ini banyak terdapat disekitar situs watunonju. Selain itu ditengah-tengahnya terdapat lubang sehingga penduduk menamankannya dengan Vatu Nonju.

Permukaan lubang Lumpang batu halus dan aus yang menunjukkan adanya bekas pemakaian bentuk lumpang batu tampak unik, karena pada bagian tepi lumpang terdapat tonjolan atau pelipit. Tonjolan itu diduga berfungsi sebagai penahan bahan biji bijian yang ditumbuk agar tidak jatuh. Juga posisi lubang lumpang batu agak dipinggir, memberikan dugaan bahwa bagian piggir dari permukaan yang rata berfungsi sebagai wadah meletakkan bahan biji bijian sebelum atau sesudah ditumbuk. Fungsi dari Vatu Nonju sendiri yaitu untuk upacara adat dan untuk tempat menumbuk saito.
Selain di desa Tuva, Vatu Nonju juga banyak ditemukan di desa Watunonju, kecamatan Sigi Biromaru, kabupaten Sigi. Ternyata terdapat kaitan antara Vatu Nonju dengan sejarah desa Watunonju, khususnya dalam hal penamaan desa tersebut. Penduduk asli Watunonju adalah suatu kelompok yang bernamakan Hilonga. Pekerjaan mereka adalah berburu dan bercocok tanam. Karena terdapat banyak lumpang batu yang ditemukan di daerah tersebut, sehingga dinamakan Watunonju yang berarti lumpang batu.
Dahulu daerah Watunonju merupakan hutan dan ketika itu daerah watunonju belum dihuni oleh manusia. Manusia zaman itu hidup berkelompok dan selalu tinggal berpindah-pindah, tetapi ketika telah tumbuh pengetahuan tentang bercocok tanam mereka umumnya tinggal di daerah pegunungan.
Lumpang batu di Watunonju, pertama kali diteliti oleh dua orang ilmuan sekaligus misioner Belanda yang sempat mengkristenkan Sulawesi Tengah terutama di Kabupaten Poso yaitu ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Mereka adalah Albert Qruit dan Adrian. Khusus orang Sulawesi Tengah yang pertama kali meneliti adalah Masyudin Masyuda (seorang budayawan Sulawesi Tengah) pada tahun 1972.
Peneliti yang kedua yaitu Dr. Herry Sukendar pada tahun 1975. Ia menamukan empat belas buah lumpang batu. Dia memelihara batu-batu tersebut dengan membuat lembaga kebudayaan di Watunonju pada tahun 1978 dan dikembangkan lagi tahun 1979. Tahun 1983 Desa Watunonju pun diresimikan oleh Hariyati Subagyo (mentri sosial saat itu) sebagai suatu objek sejarah.
Taman Purbakala Watunonju pada tahun 1983 Desa Watunonju diresmikan oleh Mentri Sosial saat itu Hariyati Subagyo sebagai objek sejarah. Dan sejak Desa Watunonju resmi menjadi  menjadi objek sejarah maka mulailah  berdatangan para peneliti-peneliti tentang kepurbakalaan. Ada tiga belas batuan yang saat ini dikumpulkan dalam satu taman. Peralatan dari batu ini diduga digunakan oleh manusia purba pada era jaman batu atau monolit. Ditemukan oleh peneliti dari negeri Belanda, bernama Dr. Kruyt pada tahun 1898.
Dilokasi ini juga terdapat peninggalan sejarah berupa bangunan dan benda-benda bersejarah, antara lain Palaya (rumah), Buho (Lumbung), dan makam yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Keberadaan Taman Purbakala Watunonju sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah dan arkeologi. Keunikan dan nilai historis yang tersimpan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.












Gambar lumpang batu Vatunonju





http://budparsigi.blogspot.co.id/

Selasa, 06 Oktober 2015

Unconditional Love #cinta anti mainstream



Unconditional Love
#cinta anti mainstream
Sungguh sebuah anugerah saat seseorang dapat merasakan, mengerti, dan memahami apa itu cinta. Perasaan paling indah yang pernah dirasakan oleh semua umat manusia di dunia ini. Sungguh betapa ajaibnya perasaan itu. Di saat kita bisa menerima rasa sakit dari efek samping perasaan yang merumitkan ini dengan seulas senyum penuh keikhlasan. Saat kita masih dengan tulus mencintai walaupun rasa itu ikut urun sebagian besar beban-beban hidup kita. Di saat semua rasa sakit itu lenyap seketika tertimbun oleh secuil perasaan cinta. Dan hal-hal bodoh yang sulit diterima nalar saat kita memperjuangkan sebuah cinta. Semua itu dapat terbayarkan dengan perasaan murni yang entah bagaimana tumbuh amat lebat tanpa aku menyadarinya.
jika aku berpendapat apa itu cinta, menurutku cinta adalah kemustahilan. Aneh memang, namun tidak ada yang salah dari jawaban tersebut bagi orang-orang yang mengalami cinta yang aneh ini. Apa kalian tahu, mungkin aku adalah orang paling menyedihkan sepanjang masa. Di saat semua yang telah aku lakukan untuk meraih perasaan itu, dia bahkan tak sudi untuk melihatku walau sedetik. Dia yang telah memberikan seluruh harapan, tiba-tiba saja menghancurkannya seperti cangkang rapuh yang terlindas kereta api. Bahkan jejaknya pun ikut hilang dalam detik itu juga. Tapi anehnya saat semua perlakuannya yang membuaut hidupku morat-marit, rata cintaku bahkan tak terkikis walau semili. Selalu terjaga di hatiku yang paling dalam.
Saat aku tahu bahwa dia mustahil untuk ku miliki, aku tetap berusaha dan melakukan hal yang semestinya orang lakukan saat berambisi untuk mendapatkan cintanya. Terdengar bodoh memang, tapi begitulah caraku mencintai. Walau tanpa balasan, walau tanpa tegur sedikitpun darinya, walaupun aku terlihat menjijikan dan teramat bodoh. Aku tetap akan mencintainya. Perasaan yang bisa jadi takan terbalas.
Jadi, apakah aku sekarang sedang terpuruk karena perasaan yang tak terbalasitu? Bahkan sekarang hidupku jauh lebih bahagia, tanpa rasa penyesalan sedikitpun. Aku bersyukur Tuhan telah melukiskan perasaan itu di hatiku. Karena perasaan itulah aku bisa menyelesaikan fase terberat dalam hidup dan dapat berdiri hingga setinggi ini.
Karena perasaan itulah yang tidak membuatku berhenti berjuang. Karena perasaan itulah aku menyadari bahwa Tuhan tidak pernah memberikan sebuah keindahan hidup tanpa melakukan usaha apapun. Cinta itu membuat mataku terbuka lebar dan mengerti bahwa Tuhan menciptakanku untuk merasakan keajaiban-keajaiban setelah rasa sakit yang bertubi-tubi.
Dan sejak kapan secuil perasaan itu tumbuh dalam hatiku? Aku pun belum tahu persisnya. Namun saat aku melihat dia, yang membawa bibit perasaan itu aku langsung terserang virus cinta itu. Semua menjalar keseluruh tubuh dengan cepatnya, seperti virus cacar yang diangin-anginkan. Dan pada saat itulah aku menyadari ada perasaan hebat yang tiba-tiba tumbuh dihati. Lalu perasaan itu dengan lambat merubah semua kehidupanku sampai kedetailnya. Aku tumbuh layaknya seorang pejuang dengan beban-beban yang ikut membuntuti.
Namun aku tidak pernah merasa keberatan. Karena aku benar-benar yakin bahwa beban-beban itu akan dikalahkan oleh perasaan cinta yang semakin hari semakin bertambah saja. Kulakukan apa saja agar bisa mendapatkan cintaku. Aku baru berani bermimpi saaat aku melihat perasaan aneh itu berkembang. Lalu kuputuskan untuk merealisasikan mimpi-mimpi yang kurajut sendiri. Pada awalnya semua terasa mudah, semua tersa baik- baik saja dan terbentuklah jalan semu untuk lebih cepat mendapatkan cintaku.
Aku hidup dalam belenggu anggan-anggan yang sangat menyenangkan. Perasaan itu membawa hal baik, namun lambat laun menutupi semua perjuanganku yang ternyata sia-sia. Aku terasa terhipnotis oleh perasaan itu. Dan saat tubuhku mulai lelah, tulang-tulang ini mulai terasa ngilu, sedikit demi sedikit aku menyadari bahwa perasaan yang besar itu telah menutup celah-celah dalam hatiku untuk merasakan cinta yang lain.
Ternyata, semakin perjuanganku tidak dihargai olehnya, semakin persaan itu menutupi semua perjuanganku yang sia-sia itu. Perasaan itu dengan apik memerankan perannya. Menghapuskan semua logika, memperjelas angan-angan yang semakin hari terlihat semakin pudar saja.
Saat kenyataan mulai terkuak, logika mulai merasuki hati yang penuh dengan persaan murni ini, aku baru menyadari ternyata perjuanganku itu sia-sia, dengan rasa lelah yang selalu menyeruak di malam hari membuatku semakin tangguh dan menempaku sehingga diri dan hatiku menjadi lebih kokoh. Setelah hujan selalu ada pelangi, namun pelangi tidak dapat diciptakan begitu saja. Harus ada cahaya, suhu dan kelembapan yang pas. Harus dengan moment-moment yang tepat yang tidak dapat diciptakan begitu saja.
Jadi saat perasaan itu terbuat dari gumpalan awan, sekarang dengan ditambahkan beberapa cercah cahaya matahari menghasilkan pelangi yang menyejukan hati. Dan pada saat ini aku sedang menikmati pelangi yang indah ini. Pelangi yang tidak akan pernah hilang ditelan oleh awan bahkan oleh gelapnya sebuah malam.
Dia, yang menciptakan persaan itu adalah sebuah cita-cita. Cita-cita yang pantas dan memang seharusnya diperjuangkan. Cita-cita yang selalu megalir dengan darahku dan menyatu dengan tulangku. Walaupun sekarang sudah tertutup semua pintu untuk meraih perasaan itu, namun dia tidak akan pernah hilang. Karena semua perasaan cinta itu sudah menyatu dalam tubuhku ini bahkan dengan hatiku yang sudah tidak kokoh lagi.
Sebenarnya aku tidak benar-benar menegakhiri perjuanganku ini. Siapa orang yang rela menumbangkan rasa cinta yang telah didirikannya bertahun-tahun, dan tanpa bantuan dari siapapun. Aku hanya sedang berusaha mencintai hal lain. Menumbuhkan rasa cinta yang lain tanpa mematikan rasa cinta yang telah ada sebelumnya.
Aku selalu yakin bahwa peersaanku akan terbalaskan suatu saat nanti. Mungkin tidak pada diriku, namun pada orang yang aku cintai, yang bisa merasakan cinta yang teramat aneh ini.

Senin, 20 Juli 2015

artventure (everything about art): pantai menganti *maaf potograper abal abalhay gess...

artventure (everything about art): pantai menganti *maaf potograper abal abalhay gess...: pantai menganti *maaf potograper abal abal hay gessss gimana liburanya nih?? dijamin jalanan pasti macet (sok tau) oiya ngomong ngomon...
pantai menganti *maaf potograper abal abal
hay gessss gimana liburanya nih?? dijamin jalanan pasti macet (sok tau)oiya ngomong ngomong soal liburan, kali ini aku mau pamer *cieelahh tempat liburan yang serrruuuuuuu bittttt -_-mungkin sekarang lagi bumingnya liburan di alam nih.. terbukti dengan menjamurnya acara acara tv yang mengexplor tempat tempat wisata yang bertema alam. okelah gk usah bertele tele lagi, langsung aja ini tempat liburan seru #part1 menurut versi aku sendiri :D  
sebut aja bukit *mungkin
ini dia gesss namanya pantai menganti. pantai ini berlokasi di kebumen tepatnya di kecamatan ayah. walaupun pantai menganti tidak terlalu banyak diselimuti oleh pasir, tp pantai ini tetep indah kok ges. sebagian besar penghuninya adalah batu karang. oiya selain itu jg ada bukit bukit gitu deh (entahlah pantas disebut bukit atau bukan) yang bisa membawa kita ke pucuk paling selatan kota kebumen. selain menyajikan pemandangan yang begiu menawan, kalian jg dapat memacu adrenalin karena jalan untuk ke pantai ini benar benar menantang *motorku aja sampe mau mogok di tanjakan. walaupun jalan yg dilalui terbilang sulit, tp setibanya disana kalian akan disuguhi pemandangan yang ruaarrrrr binasah *eh. pokoknya gk bakalan kecewa deh klo liburan ke sini (y). di pantai menganti kalian akan mendapatkan semuanya. pasir pantai yang putih, batu karang yang diterjang ombak, bukit yang menjulang hampir menyantuh awan dan masih banyak hal menarik yang perlu kalian ketahui. okeh mungkin cukup nih bincang bincang liburan ttg alam ala aku :v semoga kalian tergugah hatinya untuk mengunjungi pantai menganti :D
minal aidzin wal faidzin dan selamat libur lebaran buat kalian semuaaa
oiya ini ada sedikit oleh oleh dari aku (poto pantai menganti)



Selasa, 14 Juli 2015

about artventure

ini adalah blog yang berisi semua tentang seni dan saudara sausadanya. juga sedikit embel embel dari sang pembuat blog tentang kisah kisah tidak wajar yang dialaminya. selain itu pengetahuan tentang berbagai adventure yang sudah dialami oleh sang pembuat blog. selamat membaca reader..